The Rhythm of Indonesia, Beijing Concert Hall

November 11, 2007

The Rhythm of Indonesia, Beijing Concert Hall

The Rhythm of Indonesia Beijing Concert

SIARAN PERS No. 1485/SOS/XI/2007/05

KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA, BEIJING
Dongzhimenwai Dajie No. 4, Chaoyang District Beijing, 100600, People’s Republic of China
Telp. +8610- 65325371, Fax. +8610-65325368 – 65325782

Liputan KRAKATAU CONCERT ‘the Rhythms of Indonesia’ , Beijing:

Yamko Rambe Yamko dan Ilir-ilir membahana di Beijing Concert Hall

Perhelatan konser musik Indonesia , The Rhythms of Indonesia, yang dilaksanakan pada tanggal 7 Nopember kemarin lalu sukses diselenggarakan. Sekitar seribu penonton memadati pertunjukan yang digelar di Beijing Concert Hall, Beijing RRT. Hadir antara lain pejabat tinggi Pemerintah RRT, para Duta Besar negara sahabat dan komunitas diplomatik, kalangan bisnis, akademisi dan pemerhati musik.

The Rhythms of Indonesia menampilkan repertoire yang terdiri dari lagu-lagu nasional dan daerah Indonesia dengan aransemen baru maupun komposisi karya Dwiki Dharmawan dan Krakatau Band.

Selama kurang lebih satu setengah jam, penonton menyaksikan atraksi kolaborasi musik diantara musisi-musisi Indonesia dan Tiongkok dipimpin oleh komposer ternama Indonesia Dwiki Dharmawan selaku Music Director konser the Rhythms of Indonesia. Penonton sangat dihibur oleh penampilan atraktif musisi-musisi dari kedua bangsa dengan latar belakang musik yang berbeda. Musisi Indonesia diwakili oleh Krakatau Band, Ita Purnamasari, pesinden Peni Candra Rini, dan paduan suara serta kelompok angklung mahasiswa Indonesia di Beijing. Sementara dari Tiongkok turut mewarnai pentas ini World Music Ensemble of Central Conservatory of Music dan Asia Harmony Orchenstra. Kolaborasi ini menghasilkan sebuah atmosfir musikal yang memuaskan dahaga pencinta world music di Tiongkok.

Aksi panggung Dwiki Dharmawan yang memainkan grand piano Boesendorfer berhasil menyihir ribuan penonton yang tidak beranjak hingga pertunjukan usai. Penampilan kolaborasi musisi Indonesia dan Tiongkok memang luar biasa pada Rabu malam itu. Lihatlah apa yang terjadi ketika lagu-lagu daerah dan nasional Indonesia seperti Janger, Bengawan Solo, Ilir-ilir, Yamko Rambe Yamko, Ayo Mama dan Sarinande dibawakan secara harmonis melalui perpaduan instrument musik tradisional Indonesia dan Tiongkok, ditambah dengan kemegahan orkestrasi dan paduan suara serta angklung yang membahana. Lagu-lagu dengan melodi sederhana tersebut itu pun dieksplorasi dengan berbagai gaya musik, mulai dari keroncong hingga free jazz. Bahkan lagu bengawan solo dibawakan secara duet dalam dua bahasa Indonesia dan Mandarin oleh penyanyi Ita Purnamasari dan Yong Yong yang menggambarkan betapa mesranya persabahabatan kedua bangsa. Penonton pun terkagum dibuatnya.

Atraksi maestro tari tradisional Didik Nini Thowok juga tak kalah menarik. Membawakan tarian dengan iringan lagu yang di aransir Dwiki Dharmawan yaitu lagu “Impen-impenan” dan “Genjring Party”. Lagu Impen-impenan diekspresikan Didik dengan gerak-gerak halus Gandrung Banyuwangi yang dipadukan dengan erotisnya Jaipongan dan juga gerakan dinamis unsur Betawi dan Bali . Sedangkan pada Genjring Party dimasukkan unsur topeng Cirebon dengan menggunakan tekhnik Dwi Muka. Penampilan tarian Didik Nini Thowok yang dinamis dan jenaka merupakan daya pikat tersendiri dari konser the Rhythms of Indonesia.

Tepuk tangan riuh tak henti-henti berkumandang, seluruh penonton berdiri memberikan apresiasi, tatkala tarompet pencak Indonesia dan terompet Suona Tiongkok bersahut-sahutan ditimpali kendang, china drums, terbang, kecrek dan bonang mengiringi lagu ‘The Rhythms of Indonesia’ yang menandai usainya konser di Beijing. Pada komposisi ini Yoyon Dharsono sempat memperagakan permainan Tarompet dengan teknik ‘ngalamus’ atau dalam jazz dikenal sebagai Circular Breathing, ditambah sedikit demonstrasi melepaskan 4 bagian tarompet tersebut satu-persatu.

Di akhir pertunjukan Duta Besar RI untuk RRT Sudrajat beserta Ibu Sally Sudrajat memberi selamat kepada seluruh pendiukung acara the Rhythms of Indonesia.

Pagelaran the Rhythms of Indonesia juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi pariwiata Indonesia kepada masyarakat setempat dan komunitas asing, dengan membagikan promo-kit berupa brosur berbagai paket pariwisata dan memajang gambar-gambar keindahan obyek pariwisata Indonesia .

Direncanakan konser the Rhythms of Indonesia akan diproduksi dalam bentuk DVD oleh Musik Kita Record.

KBRI Beijing , 08 Nopember 2007